Cari Blog

Artikel (12) Religi (3) Techno (3) Wisata (4)

Kamis, 14 April 2011

Untuk Sahabat

Sahabat….ingin ku menulis semua yang ada di pikiranku, tapi sulit untuk menuangkannya dalam sebuah kata. Hanya jari ini yang bergerak tanpa arah yang bisa memberikan coretan ini.

Ketika keadaan itu datang menghampiri kita, ketika kita menyadari sahabat tidak selalu indah, maka semua akan kembali ke pemikiran yang seharusnya tidak ada yaitu prasangka buruk.
Tak peduli berapa lama dia ada disampingmu, mungkin tiap bulan, tiap minggu, atau tiap hari atau bahkan mungkin setiap waktu engkau berada di sampingnya. Tapi seiring berjalannya waktu, perubahan sikap ego-nya yang tak terkendali menjadikan kita berharap untuk dia tidak ada….

Apakah benar, sahabat sejati itu ada??


Kadang dalam pikiran aku, sahabat menjadi egois dan tak mau mengerti, tapi di dalam pikiran sahabat, aku telah buta dan seenaknya sendiri.

Siapa yang salah sulit untuk menentukan, bagaikan mencari siapa yang lebih dulu, telur atau ayam. Tapi semua begitu saja terjadi, kenangan yang indah, rasa persaudaraan yang telah terjalin kini tampak tipis dan rapuh. Semua telah terkalahkan oleh rasa ego yang telah dominan.
Semua merasa saling memiliki antara satu dengan yang lain!!
Tidak lagi menunjukkan suatu kesalahan untuk menjadi kebenaran, ataupun memuji kebenaran demi perkembangan. Yang ada hanya saling ejek dan ledek! serta menggoda berlebihan! yang berujung pada tawa yang palsu lalu dendam. Saat itu semua mulai merasuki pikiranmu, seorang sahabat akan menjadi asing dan tak dikenal.

Aku bukanlah sahabat yang baik, bukan juga teman yang sempurna. Tapi, bukankah seorang sahabat akan menghargai dan mendukung tindakanku jika itu benar dan ku lakukan dengan senang?
Atau aku harus mengikuti keinginan mereka yang sulit ku tolak di saat mereka memaksaku untuk dating ke tempat mereka padahal ku butuh ketenangan? Jikakalau sudah kujelaskan bagaimana sulitnya kehidupanku sekarang namun mereka malah mencaciku dan menuduhku tak setia?
Ataukah aku harus memaksa kakiku melangkah dan ikut tertawa bersama mereka sementara pikiranku terbang entah kemana…?
Jika aku bertanya padamu wahai sahabat…
apakah persahabatan hanya melihat pada perasaan satu pihak saja??

Dan apakah kau sudah menjadi sahabatku yang sebenarnya?
Sementara  aku sudah selalu berusaha memenuhi keinginanmu, dalam terang aku menyapamu, dalam gelap aku mendoakanmu…??
Apakah kau merasa kau sahabat yang sebenarnya sementara hanya aku yang disuruh mengerti dirimu namun kau tidak pernah dapat memahami kehidupanku…??
Aku tak bisa berubah untuk menjauhimu, tapi kumohon untuk kau lebih mengertiku duhai sahabat
--Sapi ungu--





Tidak ada komentar:

Posting Komentar